Hari ketiga di Ciamis, kami menginap di rumah uwanya anak-anak, di daerah Cimaragas, sekira 1 jam perjalanan dari kota Ciamis. Mereka senang bisa bermain dengan sepupunya, saya asyik ngobrol dengan kakak ipar dan Ibu mertua, yang juga ikut nginep. Kami saling bertukar pendapat tentang bagaimana supaya anak lebih mudah didekati, sentuh badannya dengan tangan, peluk hatinya dengan do'a. Semoga Alloh mudahkan kita, orang tua, untuk mendampingi mereka menjalani kehidupannya.
Hari keempat tantangan komunikasi produktif, cukup berat banyak moment di mana saya harus narik nafas dan tetap tenang ketika menyampaikan pesan, dengan intonasi suara yang ramah, raut muka yang penuh senyuman. Saking senangnya main dengan sepupu, anak-anak tidur telat, sehabis sahur kembali main. Mereka lelah hingga terjadi banyak gesekan. Karena masih pagi, ibu masih bisa tenang menghadapinya. Tidak terjadi masalah. Siangnya kami kembali pulang ke Ciamis. Anak-anak lelah, saya juga lelah, tapi banyak kewajiban yang harus dikerjakan, ayahnya sudah kembali pulang ke Bandung, untungnya anak-anak dibawa Omnya main di rumahnya. Saya bisa tenang, ke sana ke mari sendirian. Sore hari bertemu kembali dengan anak-anak, si neng mulai rewel, ingin ini itu meminta dengan rengekan, beberapa kali saya hampir lost control, suara mulai meninggi, tiba2 sadar diri "intonasi bu", tarik nafas dan nada suara berubah. Alhamdulillah. Walaupun sulit tapi masih tetap semangat berlatih karena sangat terasa manfaatnya, untuk diri sendiri dan mereka.
#level1
#day4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
No comments:
Post a Comment